Monday, 11 February 2019

Hati-Hati, Pakai GPS Saat Berkendara Bisa Dihukum 3 Bulan Penjara
Mahkamah Agung (MK) telah menolak terkait uji materi penggunaan global positioning system (GPS) di telepon seluler saat berkendara. Larangan penggunaan GPS ini, tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009.

Jadi, bagi pengemudi yang mengaktifkan GPS di telepon pintarnya saat berkendara, bisa didenda sebesar Rp 750 ribu dan juga pidana kurungan selama tiga bulan penjara.

Menurut Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi, larangan penggunaan GPS sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sudah diatur di pasal 106 ayat 1 dan pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, sehingga tidak diragukan lagi," kata Herman seperti dikutip dari Antara, disitat dari news Liputan6.com, ditulis Senin (11/2/2019).



Saat ini, kata Herman, penindakan dilakukan oleh petugas yang ada di lapangan. Namun ke depan penindakan tersebut akan diintegrasikan dengan sistem tilang elektronik menggunakan kamera CCTV.

"Saat ini masih oleh petugas baik yang berjaga atau yang berpatroli, tapi ke depan ketika kamera CCTV sudah terpasang dan itu juga sudah bisa dijadikan alat bukti yang sah sesuai undang-undang," ujar Herman.

Herman mengungkapkan pemakaian GPS saat berkendara berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Meski demikian, Herman mengaku penggunaan GPS tetap diperbolehkan, asal tidak digunakan saat pengemudi tengah berkendara.

"Jika dia mengoperasikan GPS di ponselnya atau yang ditempelkan dalam keadaan kendaraan menepi di pinggir jalan, itu boleh. Yang jelas ditindak adalah yang mengoperasikannya saat jalan apalagi di jalur cepat, karena pasti akan mengganggu konsentrasi," kata dia.

Dengan aturan ini, Herman mengharapkan tidak ada lagi kecelakaan-kecelakaan fatal akibat pengemudi kehilangan konsentrasi ketika mengendarai kendaraannya.

"Karena aturan ini sesungguhnya bertujuan melindungi kepentingan umum yang lebih luas akibat perilaku pengemudi yang konsentrasinya terganggu karena menjalankan dua aktivitas," ujar Herman menambahkan.

sumber: Liputan6.com

Saturday, 9 February 2019

Sadis, Motor Kustom Asal Bogor Ini Pakai Mesin Toyota Kijang
Kustom sepeda motor menggunakan mesin motor sepertinya sudah biasa. Tapi kali ini ada yang tak biasa, yakni menggunakan mesin mobil Toyota Kijang  tahun 1978 dengan tipe mesin 3K berkapasitas 1300 cc. Builder di balik motor ini adalah Julian Hidayat alias Bonyok, owner Bokor Custom yang berdomisili di Cibinong, Bogor, Jawa barat.

Konsep motor cafe dragster bermesin Toyota kijang ini diberi nama Gabus Darat, panjang dari ujung ban depan hingga belakang mencapai 2 meter dengan wheelbase 1,5 meter. Benar saja, Bonyok memang awal mulanya terinspirasi dari konsep motor drag luar negeri yang memiliki wheelbase yang cukup panjang dan bermesin besar. Dari sana muncul ide bagaimana mendapatkan motor dengan mesin besar tapi dengan budget yang minim.



"Awal cerita saya ingin buat suatu karya yang beda dari yang lain karena kalau beda sudah pasti seru, jadi ambil dari mesin mobil, kebetulan saya lebih suka ke cafe racer tapi lebih cenderung ke cafe dragster," ujarnya kepada Tempo di bengkel Bokor Custom, Bogor pada Sabtu, 9 Fabruari 2019.

Kesulitan saat membangun motor ini, lanjut dia, ada pada bagian transmisinya karena transmisi mobil dan motor posisinya tentu berbeda. Selanjutnya menghubungkan tenaga mesin ke roda, karena mesin mobil pakai gardan sedangkan motor pakai rantai.

"Transmisi saya bikin semi otomatis jadi matik tapi tetap tidak ada transmisi, jadi cuma mengandalkan putaran RPM lalu ke tuas gardan, jadi saat mesin nyala, lepas kopling, naikkan RPM, motor langsung jalan tanpa masuk gigi (gear)," kata Bonyok.

Alasan Bonyok pilih mesin Toyota Kijang ini karena di Indonesia tidak ada yang tak kenal Toyota Kijang. Selain itu mesin juga banyak tipenya dan part mudah didapatkan di daerah.

Pembuatan rangka masih terinspirasi dari motor drag luar negeri. Namun, untuk menentukan posisi mesin yang cukup besar, membangun sasis yang kuat perlu inspirasi dan ia sempatkan untuk cari informasi di internet hingga akhirnya mendapatkan model tubular seperti ini.

Dalam membangun motor dari mesin mobil, Bonyok menjelaskan bahwa yang harus diperhatikan adalah rangka yang pasti harus kuat dan seimbang. Karena modifikasi ini perubahannya sangat drastis dari mesin yang dipasang di mobil ini dicangkok ke motor, otomatis perhitungannya harus matang.

sumber: tempo.co

Sunday, 27 January 2019

Honda Punya Motor Unik Lagi, Namanya Pop 110i
Setiap negara memiliki karakter konsumen dengan keunikannya masing-masing. Salah satu contohnya adalah Honda XRM 125 untuk konsumen di Filipina. Motor tersebut memadukan motor bebek dengan wajah khas motor trail.



Hal itu juga diterapkan oleh Honda Brazil. Di negeri samba, beredar motor bebek yang dilengkapi half-fairing dan menggunakan setang naked bernama Honda Pop 110i.

Sekilas, Honda Pop 110i mirip dengan Honda Sonic yang beredar di Indonesia. Hanya saja, motor ini menggunakan setang standar motor bebek, sepasang suspensi belakang, dan ukuran pelek yang berbeda.

Secara spesifik, Honda Pop 110i menggunakan pelek depan berdiameter 17 inci, sedangkan di belakang terpasang pelek 14 inci. Sepatbor depannya pun dibuat agak tinggi layaknya motor bebek.

Bermain di segmen entry-level, Honda Pop 110i tak dibekali dengan berbagai fitur. Motor ini masih menggunakan headlight bohlam dan instrumen panel analog. Bahkan, kuncinya tidak menggunakan sistem shuttered-key.

Selain itu, sepasang pelek jari-jari (spoke wheel) Honda Pop 110i masih dikawal dengan rem tromol. Meski demikian, remnya sudah dilengkapi dengan teknologi Combi Brake System (CBS).

Untuk urusan performa, Honda Pop mendapat asupan tenaga sebesar 8 Tk dengan torsi 9 Nm dari mesin 1-silinder 109,1 cc. Dapur pacu tersebut disokong dengan sistem pengabutan injeksi PGM-FI.

Meski minim fitur, harga Honda Pop 110i terbilang tinggi. Berdasarkan situs resmi Honda Brazil, motor ini dibanderol BRL5.790 yang setara dengan Rp21,7 juta (Kurs BRL1 = Rp3.756).

Sumber: Otosia.com
Keren, Motor Suzuki Ini Bergaya Moge Amerika
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W sempat memamerkan Suzuki Intruder 150 saat Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun lalu. Motor ini sempat menyedot perhatian banyak orang.

Suzuki Intruder adalah motor cruiser bergaya modern yang identik dengan mesin berkapasitas besar alias motor gede (moge). Hanya saja, di India, naked-bike ini memiliki varian 150 cc.



Sayangnya, sampai saat ini pihak SIS 2W masih belum menunjukkan gerak-gerik memasarkan Suzuki Intruder untuk pasar Indonesia. Hal serupa ternyata juga dilakukan oleh Suzuki Vietnam.

Namun, Suzuki Vietnam telah memiliki produk lain yang juga bergaya cruiser, namun bukan Suzuki Intruder, melainkan Suzuki GZ150-A. Berdasarkan situs resmi Suzuki Vietnam, naked-bike ini dibanderol VND63,9 juta atau sekitar Rp39 jutaan (VND1 = Rp0,61).

Berbeda dengan Suzuki Intruder yang tampak modern, Suzuki GZ150-A justru kental dengan nuansa cruiser Amerika dan lebih mirip beberapa varian Harley-Davidson.

Tengok saja sektor depannya yang dibekali headlight bulat, setang tinggi, speedometer bulat, dan crash-bar. Tangki Suzuki GZ150-A dibuat lebar namun pipih, khas motor cruiser.

Bergeser ke tengah, Suzuki GZ150-A memiliki jok split-seat lebar dengan sandaran kecil di bagian belakangnya. Di sampingnya terdapat sepasang box yang khusus untuk motor ini.

Aura cruiser Amerika juga sukses dimunculkan oleh beberapa komponen krom yang berpadu dengan body berwana hitam. Selain itu, velg depannya berdiameter lebih lebar, 18 inci, dibanding belakangnya, 16 inci.

Untuk urusan performa, Suzuki GZ150-A mengandalkan mesin 1-silinder 150cc berpendingin udara. Dapur pacu bersistem pengabutan injeksi ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 11,5 hp dengan torsi 11,12 Nm.

Sayangnya, Suzuki GZ150-A terbilang minim fitur. Motor cruiser ini masih mengandalkan pencahayaan bohlam, instrumen panel analog, dan tidak dilengkapi rem ABS.

sumber: liputan6.com

Thursday, 24 January 2019

Dibanderol Rp34 Juta, Yamaha MT-15 Resmi Masuk Indonesia
 Tanpa seremonial, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Agen Pemegang Merek  (APM) Yamaha di Indonesia mengumumkan bahwa pihaknya telah menjual MT-15 untuk konsumen di Tanah Air. Dengan masuknya Yamaha MT-15 itu artinya menambah panjang keluarga MT. Sebelumnya ada MT-10, MT-09, MT-07, MT-03 serta MT-25.

“Kehadiran MT-15 merupakan representasi atas gaya berkendara masa kini. Hal tersebut dapat dilihat melalui desain motor yang lebih agresif, penambahan fitur terbaru. Serta optimalisasi mesin yang lebih bertenaga,” ujar Yordan Satriadi selaku Deputy General Manager Marketing YIMM, dalam keterangan resminya.



Dari segi penjualan secara nasional, sepeda motor bergaya sport kurang begitu bergairah. Tapi Yordan yakin munculnya Yamaha MT-15 mampu meraih pencapaian yang positif.

“Kami optimis MT-15 akan mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat dan menjadi trend setter di kalangan para pecinta naked sport kedepannya,” jelas Yordan.

Keluarga baru di MT series ini mendapat sentuhan pengembangan yang baik dari Yamaha seperti desain, fitur, maupun performa mesin. Ini sebagai upaya dalam memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan kepada pecinta sepeda motor sport di Indonesia.

Yamaha MT-15 hadir dalam tiga pilihan warna yakni Matte Grey, Matte Blue, dan Metallic Black. Satu unit Yamaha MT-15 dipasarkan seharga Rp34,95 juta.

Meluncur di Thailand


Sebelum masuk ke Indonesia, Yamaha MT-15 meluncur lebih dahulu di Thailand. Di sana Yamaha MT-15 dibenderol 98.500 Thai Baht atau sekira Rp45,7 juta. Dengan harga semahal itu konsumen tidak hanya memperoleh sepeda motor dengan desain menarik mata tapi juga dapat juga merasakan langsung fitur-fitur yang ditawarkan.

Mendukung penampilan Yamaha MT-15, pabrikan asal Jepang itu memasangkan mesin berkapasitas 155.1cc, silinder tunggal dengan tekologi Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual enam percepatan.

sumber: carmudi.co.id
Inilah Motor Komuter Buatan Aprilia untuk Pasar Asia
Aprilia produsen sepeda motor asal Italia memiliki motor komuter berjenis naked Aprilia STX 150. Apabila kelak masuk Indonesia, kendaraan roda dua ini bakal bersaing dengan Honda CB150 Verza dan Yamaha Bison. Sepeda motor tersebut telah dijual di Singapura dan Selandia Baru dan segera mengaspal di India.

Meski bergenre naked komuter, namun Aprilia STX 150 tampil dengan sosok yang sporty serba tajam pada bodinya. Motor ini memiliki tangki bahan bakar yang macho dengan bodi yang panjang, jok panjang yang memberikan kenyamanan bagi pengendara dan pembonceng, dan penggunaan under cowl.



Aprilia STX 150 memiliki posisi ergonomi yang santai dengan setang yang tinggi dan footpeg yang terletak di tengah. Suspensi belakang menggunakan peredam kejut bermuatan gas ganda untuk memberikan kenyaman dan mampu meredam guncangan dengan nitrogen. Pada bagian depan, Aprilia menggunakan suspensi teleskopik konvensional.


Pada sistem pengereman dibantu oleh rem cakram dibagian depan dan belakang ditambah penggunaan ABS standar. Aprilia STX 150 memiliki tangki bahan bakar 18 liter dan velg palang 10 dengan diameter 17-inci yang dibalut ban ukuran 90/80 bagian depan dan 110/80 bagian belakang.

Mesin Aprilia STX 110 berkapasitas 149 cc silinder tunggal, SOHC, 2-katup, berpendingin udara yang dikombinasikan dengan gearbox lima kecepatan. Motor ini menggunakan karburator Keihin 22 Euro 3 compliant yang mampu memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dan emisi yang lebih rendah.

Sumber:tempo.co

Monday, 14 January 2019

Trail 150 Penantang CRF dengan Harga Terjangkau
Selain membawa bebek bergaya retro pesaing Honda Super Cub C125, PT MForce Indonesia yang juga pemegang merek SYM di Indonesia ikut membawa sepeda motor pesaing Honda CRF150L di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. Motor bergenre trail itu bernama SM Sport GY150. 



Tampilan benar-benar mengadopsi motor petualang dengan jenjang kaki yang kokoh. Bagian suspensi depan sudah mengusung model upside down, sementara bagian belakang ditopang sok tunggal alias monoshock. 

Dari sisi dimensi, GY150 memiliki panjang 2.110 mm, lebar 900 mm, dan tinggi 1.400 mm. Dengan pelek depan berdimensi 19 inic dan belakang 17 inci, trail pesaing CRF150L ini memiliki ground clearance 250 mm.



Untuk tenaga, GY150 dibekali mesin berkubikasi 199 cc dengan kompresi 9.2:1 yang diklaim memiliki tenaga 11 tk dan torsi maksimal 12 Nm pada putaran 5.500 rpm. Tenaganya disalurkan melalui tranmisi manual lima percepatan dengan kecepatan maksimal mencapi 90 kpj.

Menurut Dede, selaku Manager Sales and Marketing PT MForce Indonesia, SM Force GY150 sudah dipasarkan sejak beberapa bulan lalu dan tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Green Army dan Matt Black.



"Kita bawa yang Green Army, untuk harga sekarang Rp 19,88 juta. Untuk MForce ini asal Malaysia, kita di sini (Indonesia) pegang dua brand SYM dari Taiwan dan SM Sport dengan R&D Malaysia," ucap Dede di IMOS 2018, beberapa hari lalu. 

Bukan hanya soal tampilan, teknologi yang disematkan juga wajib diperhitungkan, mulai dari lampu belakang yang mengusung LED, shutter key, sampai panel instrumen dengan digital. Dengan harga yang dipasarkan lebih murah dari CRF150, MForce juga memberikan garansi resmi selama tiga tahun atau 30.000 km, tergantu mana dulu yang tercapai lebih dulu.

W175 Standar Bisa Pakai Aksesori Versi Cafe Racer


Kawasaki W175 kini punya dua varian, pertama versi standar dan yang kedua bergaya cafe racer dengan penambahan sejumlah aksesori. Menariknya, pemilik tipe standar bisa ikut mengaplikasikan model terbaru itu.

Aksesori yang bisa dibeli untuk mengubah dari versi standar ke cafe racer seperti Meter Visor, Short-Style Reat Fender, High-Class Detaild, Cafe Seat, Grip Pads, dan Chrome Muffler Guard.

Deputy Head & Sales Promotion Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael C Tanadi mengatakan, pemilik W175 standar bisa ikut bergaya cafe racer dengan membeli aksesori tersebut.

"Kalau mau bergaya cafe ini harga aksesorinya kurang lebih sekitar Rp 2,8 juta, semuanya aksesori resmi," ucap Michael usai peluncuran W175 Cafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).



Konsumen yang ingin membeli motor ini, kata Michael harus menunggu sekitar satu bulan. Proses produksi massal sudah dilakukan tetapi secara jumlah belum banyak.



"Untuk konsumen yang menyukai tipe cafe racer tidak perlu memodifikasi motornya karena telah disediakan oleh kami," kata Michael.


Sumber: Kompas.com

Simak Daftar Harga Motor Sport 150 cc Awal 2019
Awal tahun menjadi cara produsen sepeda motor untuk memperkenalkan model-model terbarunya. Tidak kecuali pada segmen motor sport 150 cc ke atas. 

Paling baru adalah Kawasaki yang memperkenalkan varian baru dari motor bergaya klasik W175. Diberi nama W175 Cafe, Kawasaki memberikan jawaban bagi penggemar W175 yang ingin tampil beda dengan memberikan aksesori resmi. 

Motor yang dibanderol Rp 32,6 juta on the road Jabodetabek ini memberikan aksesori seperti visor, jok single, short style rear fender, dan chrome muffler. Model ini juga hadir dengan tiga warna yakni pearl brilliant yellow, metallic flat graystone, dan candy fire. Soal harga belum ada perubahan yang diberikan pada awal tahun ini. Baca juga: Daftar Harga Motor Sport 150 cc di Akhir 2018 Simak harga motor sport 150 cc di Januari 2019 



Honda 


CBR150R Standar Rp. 33.800.000 
CBR150R Repsol Rp. 34.700.000 CBR150R Racing Red Rp. 34.500.000 
CBR150R ABS Rp. 37.800.000 
CBR150R Racing Red ABS Rp. 38.500.000 
CBR150R Repsol ABS Rp. 38.700.000 
CB150 Verza Spoke Rp. 19.300.000 
CB150 Verza CW Rp. 19.950.000 
CB150R StreetFire – SE Honda Racing Red Rp. 27.850.000
CB150R StreetFire – SE Fury Mat Red Rp. 27.850.000 
CB150R StreetFire – SE Raptor Mat Rp. 27.850.000
 CB150R StreetFire - S
TD Wild Black Rp. 26.750.000
CB150R StreetFire - 
STD Macho Black Rp. 26.750.000 


Yamaha   


ALL NEW R15 YAMAHA MOVISTAR Rp 35,900,000 
ALL NEW R15 Rp 35,300,000 
ALL NEW VIXION YAMAHA MOVISTAR  Rp 27,200,000 
ALL NEW VIXION Rp 26,500,000 
ALL NEW VIXION R Rp 29,500,000 
XABRE NEW COLOR Rp. 30.700.000 
ALL NEW BYSON FI Rp. 22.950.000 

Suzuki 


GSX 150 Bandit Rp 26.000.000 
GSX-R150 ABS Rp 33.150.000 
GSX-R150 Keyless Ignition System Rp 30.150.000 
GSX-R150 Shuttered Key Rp 29.150.000 
GSX-S150 Shutter Key Rp 26.000.000 
GSX-S150 Keyless Rp 26.500.000 

Kawasaki 


W175 Cafe Rp 32.600.000 
W175 SE Rp 31.100.000 
W175 Rp 29.800.000 
KSR PRO Rp 29.400.000 
Z125 PRO Rp 32.500.000
Z125 PRO SE Rp 33.200.000

sumber: Kompas.com

Sunday, 6 January 2019

Jorge Lorenzo Pindah ke Honda, Adaptasi dengan Honda RC213V Lebih Mudah
Tokyo – Jorge Lorenzo pindah dari Ducati dan kini berlabuh ke tim Repsol Honda. Pebalap asal Spanyol ini akan berduet dengan rekan senegaranya yaitu Marc Marquez. Hijrah ke Honda, Lorenzo harus menghadapi tantangan beradaptasi dengan karakter motor.

Lorenzo termasuk pebalap yang mampu menjinakkan berbagai motor selama karirnya di MotoGP. Namun, proses adaptasi ini kadang berjalan lambat seperti ketika Jorge membela Ducati. Pebalap dengan nomor 99 ini butuh satu setengah tahun untuk kemenangan pertama bersama skuat Borgo Panigale di Mugello musim ini.



Keberhasilan Lorenzo menaklukkan Desmosedici ini menunjukkan sinyal positif bila ia nantinya lebih mudah beradaptasi dengan RC213V. Casey Stoner, mantan pebalap Honda dan Ducati optimistis bila Jorge bakal meminta setelan motor sesuai karakter motornya.

“Honda memiliki sumber daya lebih dari cukup untuk menghasilkan berbagai solusi demi menyesuaikan kebutuhan masing-masing pembalapnya. Honda dapat memproduksi sasis berbeda, begitupun juga sirip, atau memodifikasi geometri motor,” terang pria berusia 33 tahun itu sebagaimana dikutip dari Motorsport.

Keyakinan soal masa depan Lorenzo ini berdasarkan pengalaman Stoner yang dahulu pernah membela dua pabrikan tersebut. Di musim 2011, kala The Kuri-Kuri Boy hijrah dari Ducati menuju Honda, ia bisa langsung mempersembahkan gelar. Jejak serupa dilakukan Jorge Lorenzo pindah dari Ducati ke Honda, sehingga bukan tidak mungkin bakal mengikuti cara Stoner di Honda dulu.

“Saya pikir akan lebih mudah bagi Jorge untuk pergi dari Ducati menuju Honda, karena Honda (memiliki) motor jauh lebih normal. Butuh waktu lebih lama dari perkiraan untuk menang bersama Ducati, tapi ia menunjukkan bahwa ia bisa melakukannya,” ungkap pebalap kelahiran Australia itu.

Jorge Lorenzo Ikuti Jejak Pebalap Honda Terdahulu

Soal pemilihan spesifikasi motor, mantan juara dunia ini bisa berkaca pada para pebalap tim Repsol Honda terdahulu. Baik Marc Marquez ataupun Dani Pedrosa menggunakan spesifikasi motor yang berbeda sesuai dengan karakter membalap masing-masing individu.

Tim engineer mampu mencari solusi teknis soal rancangan motor. Divisi RND dari Honda Racing menurut Stoner sanggup memenuhi permintaan para pebalapnya sesuai kebutuhan mereka.

“Saat saya di Honda, Pedrosa mengambil pilihan berbeda (dengan saya). Saya tahu Marquez selalu memilih set-up berbeda dari Dani. Ada kemungkinan Jorge dan Marc juga memilih konfigurasi elektronik berbeda,” tutupnya.
Gara-gara Emisi, Sepeda Motor Tercepat di Dunia Tutup Usia
Eropa memiiki aturan ketat soal emisi gas buang kendaraan bermotor. Produsen sepeda motor dan mobil tidak boleh sembarangan dalam memasarkan produknya di Eropa.

Bila tidak sesuai dengan aturan emisi yang berlaku, maka produsen harus menghentikan produksi dan penjualan produknya. Seperti yang dilakukan oleh Suzuki, salah satu produk legendarisnya yaitu Suzuki Hayabusa terpaksa dihentikan penjualannya.



Diberitakan Bennetts, sepeda motor tercepat di dunia itu tidak memenuhi aturan 168/2013 tentang Euro4. Sebenarnya aturan tersebut sudah terbit sejak 2016, tapi pemerintah Eropa memberikan sedikit kelonggaran bagi produsen yang tidak patuh terhadap peraturan tersebut untuk menghabiskan stok yang ada selama dua tahun.

Dengan begitu 31 Desember 2018 merupakan hari terakhir Suzuki memasarkan sepeda motor bertubuh besar itu. Lewat dari tanggal tersebut Suzuki Hayabusa dinyatakan sebagai barang ilegal jika masih dijual.

Sebagian besar negara di dunia termasuk Jepang telah menerapkan standar emisi Euro4. Produksi Suzuki Hayabusa sendiri di Jepang telah dihentikan, sedangkan di Amerika Serikat masih bisa ‘bernapas’ sampai tahun depan tergantung stok yang tersedia.

Pengganti Suzuki Hayabusa

Suzuki Hayabusa segera tutup usia, lantas apakah pabrikan berlogo ‘S’ itu menyiapkan penggantinya? Beredar rumor bahwa kemungkinan besar Suzuki akan mendatangkan hyperbike-nya sebagai pengganti Hayabusa. Diduga produk baru Suzuki dibekali mesin lebih besar dari sebelumnya yaitu 1.400 cc empat silinder turbocharged.

Sebagai informasi Suzuki Hayabusa didukung oleh mesin berkapasitas 1.340 cc, DOHC liquid-cooled empat silinder. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan tenaga sekuat 173 hp pada 9.500 rpm dan torsi puncak 135 Nm pada 7.000 rpm.

Dengan berat di 266 kilogram, Hayabusa dilengkapi upside-down forks di depan dan monoshock di belakang. Suzuki Hayabusa model 2019, sudah punya rem brembo empat piston dengan single-piston Nissin di belakang dan Anti-lock Braking System (ABS) sebagai standar.

Saturday, 5 January 2019

Keren, Motor Roda Tiga Ini Punya Fitur seperti Mobil
Produk motor roda tiga kian beragam dengan hadirnya Adiva AD3 400. Ini adalah skuter roda tiga terbaru dengan fitur layaknya mobil lengkap dengan atap lipat.

Atapnya keren, berbahan plastik dan bisa dilipat lalu tersimpan rapi di bagasi belakang. Oke, dimensinya memang tak bisa menutupi penumpang dari hujan. Namun paling tidak, memberikan perlindungan lebih dibanding motor-motor tanpa atap. Disebut laman resminya, atap ini dijual terpisah sebagai opsional.



Kaca depannya sangat tinggi, dengan fungsi utama menangkis angin ke arah pengemudi. Tingginya bahkan melapis keseluruhan pandangan ke depan. Kalau hujan, ada wiper untuk menyapu air, lengkap dengan washer yang semua kontrolnya dilakukan via tombol elektrik. Tak lupa, Biar makin mirip mobil, Adiva AD3 punya AC.

Bagasinya besar, kapasitasnya mampu mengangkut volume 90 liter. Letaknya tentu bukan di bawah jok, melainkan di boks belakang. Ini belum termasuk ruang kompartemen di bagian depan, yang disekat dalam beberapa bagian.

Dua buah roda di depan memang selalu jadi daya pikat yang unik. Lebih kerennya, sepasang roda ini dipandu sistem suspensi yang dianut dari mobil, double wishbone. Mereka menamakannya 'independent Quattro-wishbone suspension'.

Skema kaki ini menjanjikan kestabilan yang maksimal saat menikung maupun mengerem. Ketika menghantam jalan buruk pun suspensi jadi lebih andal meredam. Sebagai informasi, skema ini berbeda jenisnya dengan yang digunakan Yamaha (parallelogram, Niken) maupun Piaggio untuk motor roda tiga.

Mesinnya terdiri atas unit 1-silinder SOHC 399 cc berpendingin cairan. Jantung mekanis itu mampu memompa tak kurang dari 36 daya kuda dengan produksi torsi hingga level 38 Nm. Transfer tenaga dari mesin ke roda belakang melalui girboks CVT.

Harga motor roda tiga dengan sistem layaknya mobil ini mulai RM 38 ribu atau sekitar Rp 130 jutaan. Harga ini bahkan lebih murah dari yang dijual di Jepang. Entah berapa harganya jika ditambah bea impor dan pajak jika ada konsumen Indonesia yang nekat mengapalkannya ke sini.

Sekilas tentang Adiva, brand ini lahir di Italia pada 1996. Produksi massal dimulai pada 2001 dan dari situ tentakelnya mulai menjalar ke seluruh dunia. Taiwan mulai jadi basis produksi di 2008 dengan markas utama dan fasilitas litbang tetap dipertahankan di Italia.

Pada 2015, distributor Jepang mulai ikutan mendagangkan motor ini di Negeri Sakura. Tahun lalu, Adiva membuat pusat perakitan lain di Cina. Tahun ini, pabrik keempat dibuka di Malaysia untuk fokus distribusi kawasan Asia Tenggara.

Sumber: Liputan6.com
Kabar Terbaru Bajaj Pulsar, Bakal Punya Mesin Baru yang Lebih Gede
Bajaj Pulsar pernah beken di Indonesia. Sayangnya, naked-bike ini sudah undur diri sejak 2016. Lantas kalau ada motor barunya, akankah berani hadir kembali di sini?

Melansir Drivespark.com, Bajaj Pulsar akan punya kejutan baru. Saat ini yang masih beredar di negara asalnya, India, adalah Bajaj Pulsar 200NS. Guna mendongkrak kinerja penjualan, maka akan ada Bajaj Pulsar baru.



Ya, naked-bike ini nantinya akan mengusung mesin berkapasitas 250 cc. Dengan demikian, namanya pun berubah menjadi Bajaj Pulsar 250NS.

Saat ini, pengembangan mesin 250 cc masih berada di tahap awal. Rencananya, calon pesaing Kawasaki Z250 dan Yamaha MT-25 itu akan dirilis pada 2020.

Kehadiran Bajaj Pulsar 250NS kabarnya akan menggantikan versi 200 cc yang saat ini beredar. Sayangnya, tak banyak informasi terkait rumor tersebut.

Kemungkinan, pabrikan asal India itu tak akan menyematkan desain baru. Dengan kata lain, tampilannya akan sama dengan Bajaj Pulsar 200NS yang saat ini beredar di India dan pernah dijual di Indonesia.

Menurut sumber yang sama, mesin baru ini dikembangkan bersama KTM Austria. Selain itu, Bajaj Pulsar 250NS kemungkinan juga akan menerapkan triple-spark technology atau menggunakan 3 busi sekaligus.

Selain itu, diprediksi Bajaj Pulsar 250NS akan memiliki LED headlight, sistem pengereman ABS dual-channel, dan slipper clutch. Nantinya terpasang juga full-digital speedometer yang dapat dihubungkan dengan smartphone melalui Bluetooth.

Sumber: Liputan6.com
Ternyata, Honda Punya Motor Bebek Bergaya Trail
 Motor bebek bergaya trail biasanya adalah hasil modifikasi pemilik bebek yang ingin melibas trek offroad atau sekedar tampil berbeda.

Ternyata, para pemotor di Filipina tidak perlu melakukan modifikasi. Pasalnya, Honda telah memiliki motor bebek dengan tampilan dan cita rasa layaknya motor trail.

Produk tersebut adalah Honda XRM125 DS. Jika dilihat dari depan, motor ini begitu kental dengan aura Honda CRF. Sedangkan bagian belakangnya lebih mirip Honda Supra.



Mudahnya, Honda XRM125 DS adalah motor bebek yang dilengkapi dengan suspensi depan teleskopik panjang layaknya motor sport, setang naked, dan lampu mirip Honda CRF150 yang beredar di Indonesia. 

Selain itu, bodi belakangnya juga terlihat lebih besar karena terinspirasi dari Honda CRF series. Setangnya dibuat layaknya motor sport dan dilengkapi dengan hand-guard serta terdapat sepatbor tinggi di bawah headlight.

Selebihnya, Honda XRM125 DS masih mempertahankan modelnya sebagai motor bebek. Tengok saja penggunaan knalpot di bawah, tangki di bawah jok, dan bagasi kecil.

Untuk urusan performa, Honda XRM125 DS mengandalkan mesin 1-silinder SOHC horizontal 124,8cc air-cooled bertenaga 9,3 Tk dengan torsi 10,4 Nm.

Harga jual Honda XRM125 DS di Filipina mencapai PHP66.900, sekitar Rp18 jutaan dan tipe DSX PHP70.400, setara Rp19 jutaan. Sedangkan Honda XRM125 Motard yang dilengkapi ban aspal dan pelek palang (cast-wheel) dibanderol PHP72.600 atau sekitar Rp19,7 jutaan (Kurs PHP1 = Rp271). 
Kawasaki Bakal Usung Mesin Baru pada Ninja 250
Kawasaki Ninja 250 Bakal Dapat Mesin Baru – Kawasaki memang dikenal sebagai geng hijau yang segmentasinya memang menjual motor sport. Beberapa produknya memang telah berhasil merambah berbagai pasar dengan penjualan cukup menjanjikan.

Berkenaan dengan itu, belum lama ini terdengar bahwa rumor terkait dengan Kawasaki Ninja 250 dipastikan bakal hadir dengan membawa mesin baru santer dibicarakan beberapa tahun belakangan. Terbaru, mesin baru tersebut bakal diperkenalkan pada 2020 atau paling cepat tahun depan.



Satu yang menarik bahwa model sportbike itu kabarnya siap mengusung dapur pacu 4-silinder. Sementara itu, apabila menelisik dari konsep silinder mesinnya maka besar kemungkinan jika motor ini adalah generasi terbaru dari Kawasaki ZX-250R yang sempat beredar pada awal 1990-an.

Di sisi lain, meskipun masih menjadi rumor yang belum benar 100% namun saat ini telah ada beberapa desainer digital yang menerka sosok dari generasi terbaru Kawasaki ZX-250R. Salah satunya bahwa berdasarkan atas info yang dilansir dari Greatbiker.com, salah satunya adalah Mich Motorcycle.

Sementara itu di sisi lain, untuk soal tampilan fisik atau eksteriornya sendiri, memang untuk bentuknya kental dengan nuansa futuristik. Hal itu dimunculkan oleh fairing yang menyatu dengan tangki dan under-cowl. Sedangkan sektor belakangnya tampak minimalis.

Tak sampai di situ saja, bahkan pada bagian depannya cenderung mirip Kawasaki ZX-6R. Tengok saja penggunaan sepasang lampu depan yang meruncing serta air-intake besar di tengahnya.

Tak hanya itu, generasi terbaru Kawasaki ZX-250R juga diprediksi akan dibekali suspensi upside-down dan sepasang disc-brake di bagian depan.

Mengingat masih menjadi sebuah prediksi maka desain ini tidak merujuk pada desain buatan Kawasaki. Meskipun begitu namun hanya saja jika Kawasaki ZX-250R 4-silinder benar-benar dibuat, sportbike tersebut bisa menjadi legenda berikutnya.

Sumber: Semisena.com

Tuesday, 1 January 2019

Motor Klasik BSA Siap Bangkit dari Kubur, Kapasitas 750cc
Tempo - Anupam Thareja, Pendiri dan Managing Partner - Classic Legends Pvt Ltd, telah mengungkapkan bahwa sepeda motor BSA model baru akan dirancang, direkayasa dan dikembangkan di Inggris untuk pasar global. Karenanya, sepeda motor akan diperkenalkan pertama kali di pasar negara maju terlebih dahulu. Kebangkitan merek klasik lagi tren setelah Royal Enfield dan Jawa.



BSA adalah merek Inggris yang dirancang dan direkayasa di Inggris dengan manufaktur dan rantai pasokan yang bersifat global. Di sisi lain, Classic Legends merancang dan mengembangkan Sepeda Motor Jawa untuk menggarap pasar India dan sekitarnya. Saat ini, Jawa diproduksi di fasilitas Pithampur Mahindra di Madhya Pradesh, tidak ada rincian di mana BSA kendaraan roda dua akan diproduksi.

Berbicara tentang strategi untuk Jawa dan BSA, Bapak Thareja mengatakan: Jawa dibuat dengan mempertimbangkan pasar India dan pelanggan sehingga strategi Jawa adalah untuk India, sedangkan strategi BSA adalah untuk pasar dunia dengan mesin yang lebih besar. Sementara detail spek mesin masih ditutupi, namun kemungkinan dengan kapasitas 750cc.

Anupam Thareja sebelumnya mengungkapkan bahwa BSA Motorcycles memiliki daya ingat merek yang tinggi di pasar internasional. BSA Motorcycles memiliki image premium untuk bersaing dengan Royal Enfield 650, Triumph Bonneville Street Twin dan Harley Davidson Street 750. Kemungkinan model BSA pertama yang diperkenalkan antara awal hingga pertengahan 2020 di pasar global.

Monday, 9 July 2018

Harga TVS Classic Terbaru 2018, Review & Spesifikasi
Harga TVS Classic – TVS secara resmi memperkenalkan TVS Classic dalam acara Jakarta Fair Kemayoran 2018 dimana motor ini akan hadir dengan desain yang unik, yang mana secara bersamaan TVS menghadirkan 4 unit motor baru. TVS Classic desainnya yang terlihjat cukup mengecoh dengan hampir sama dengan motor-motor asal pabrikan Italia yaitu Vespa, motor yang akan di impor dari India tersebut tentusaja mengedepankan desainnya yang menarik, namun selain memiliki desain yang menarik nyatanya motor ini akan membawa dimensi rata-rata skuter di Indonesia.

Di Indonesi sendiri Harga TVS Classic kabarnya akan resmi dijual dengan harga Rp 14 Jutaan, harganya yang cukup mahal tak lain karena motor ini merupakan motor CBU yang di datangkan dari pabrik TVS di India. dimana TV akan menawarkan beberapa pilihan warna menarik kepada konsumen di Indonesia motor yang secara desain terlihat cukup besar ini juga akan membawa mesin bertenaga 110 cc dengan sistem pendingin udara. untuk sobat yang penasaran langsung saja kita simak ulasan lengkap menggenai Spesifikasi Dan Harga TVS Classsic Terbaru selengkapnya.


TVS Classic hadir dengan desain yang menarik dimana dibagian depan terlihat cukup meruncing, terlihat juga disini TVS menggunakan Headlamp yang mereka letakkan dibagian handle atas serta sudah menggunakan Hologen  yang siap memberikan pencahayaan yang maksimal, sedangkan untuk lampu seinnya mereka letakkan dibagian bawah, kesan retro juga akan muncul dengan digunakannya spion dengan desain membulat apalagi pemilihan warna krome yang terasa semakin pas, sedangkan untuk bagioan belakang sendiri terlihat membesar layaknya skuter eropa selain itu TVS juga menyediakan fitur pengisian baterai smartphone dibagian bagasi tepatnya dibawah jok.

Hadir dengan desain menarik khas skuter Eropa pastinya menjadi nilai lebih motor ini, apalagi dengan Harga TVS Classic yang cukup murah motor ini akan dibekali dengan beberapa nilai lebih dibegian desainnya, pilihan warna yang menarik juga menjadi nilai plus lainnya, dimana untuk dimensi sendiri motor ini memiliki dimensi keseluruhan 1.761 x 710 x 1.158 mm dengan dimensinya tersebut membuat motor ini memiliki berat keseluruhan sampai dengan 109 KG, sedangkan untuk tinggi tempat duduk sendiri TVS Classic ini memiliki tinggi 785 mm dengan kata lain motor ini masih sangat ramah untuk para pengguna wanita. selain itu dengan jarak sumbu roda 1.238 mm dan jarak pijak 153 m pastinya bakalan memberikan akselerasi tambahan yang cukup mempuni.

Spesifikasi TVS Classic

Mesin
TipeSingle Cylinder, 4-Stroke, OHC
Kapasitas109.7 CC
Jenis PenggerakBelt Drive
Sistem PendinginAir Cooled
Power Max788 bhp
Sistem PembakaranDigital IDI With Ignition Map Technology
Kecepatan Maksimal85.93 kmph
Kapasitas Bahan Bakar15.3 L
StarterElektrik & Kick
TransimsiCVT
Bodi
P x L x T1.834 x 650 x 1.115 mm
Berat Isi109 Kg
Jarak Sumbu Roda1.238 mm
Ground Clearance150 mm
Tinggi Jok765 mm
Wheelbase1275 mm
Rangka dan Kaki-Kaki
Suspensi BelakangTelescopic
Suspensi depanGas Charged Mono Shock
Velg / Ban DepanRadial, Tubeless 90/90 R12
Velg / Ban DepanRadial, Tubeless 90/90 R12
Rem DepanDrum
Rem BelakangDisc
Fitur
Fitur
  • Aki : 12 V – 5 Ah

Tuesday, 22 May 2018

Yamaha Niken Segera Dipasarkan, Harganya Akan Kompetitif
Yamaha Niken, motor masa depan Yamaha dengan desain unik beroda tiga dengan dua roda di bagian depan. Tahun lalu, motor ini mejeng di pameran Tokyo Motor Show dan di pameran EICMA 2017 lalu di Milan, Italia lewat sang legendaris Valention Rossi--pembalap Yamaha Moto GP. Namun kini, atau tak lama lagi publik atau masyarakat pecinta motor akan bisa menikmati motor ini karena sudah resmi dipasarkan.

Desain Yamaha Niken terbilang cukup unik atau cukup revolusioner. Karena, selain Yamaha, Piaggio juga telah mengaplikasikan teknologi motor roda tersebut pada produk motornya. Tapi yang  berbeda adalah penggunaan  teknologi Leaning multi-Wheeler yang memungkinkan suspensi depan upside-down dapat bergerak secara independen.



Karena itulah pihak Yamaha mengklaim bahwa motor ini mampu mencapai kemiringan 45 derajat ketika cornering. Selain itu, pabrikan motor asal Iwata, Jepang ini mengklaim bahwa teknologi tersebut membuat traksi ban semakin baik.

Yamaha Niken berbasis dari Yamaha MT-09.  Motor ini mengusung mesin CP3 3-silinder sejajar DOHC 847cc berpendingin udara dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 113,4 hp dan torsinya 87,5 Nm. Yamaha Niken diklaim tetap nyaman untuk berkendara di berbagai permukaan jalan dan tetap nyaman meski melibas jalanan berkelok. Yamaha Niken memiliki dimensi panjang 2.150mm, lebar 885 mm dan tinggi 1.250 mm. Harga motor ini £13.499 atau sekitar Rp258 juta.
Bertabur Berlian, Motor Ini Dibanderol Rp 25,4 Miliar
Builder sepeda motor asal Swiss, Bündnerbike, bekerjasama dengan merek perhiasan Bucherer, memodifikasi moge Harley-Davidson dengan taburan berlian. Jika ditotal, biaya yang dikeluarkan mencapai 1,8 juta dollar AS atau Rp 25,4 miliar.

Angka tersebut, diklaim sebagai sepeda motor termahal yang ada di dunia yang pernah dibuat, mengutip Autoevolution.com, Minggu (20/5/2018).



Sebelumnya, motor termahal adalah Vincent Black Lightning 1951, yang mematahkan semua rekor dengan harga jual sampai 929.000 dolar AS pada lelang Bonhams di Las Vegas. Namun setidaknya motor itu bisa digunakan di jalanan.

Menggunakan basis HD Softail Slim S, motor ini punya nama Harley-Davidson Bucherer Blue Edition. Namun nampaknya motor ini sayang untuk digeber di jalanan, dan lebih menarik buat pajangan.

Pada prosesnya butuh dua perusahaan dengan sekitar 2.500 jam sampai selesai, atau lebih dari tiga bulan. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk menempatkan setidaknya 360 berlian, pada motor termahal ini.

Lebih dari itu, tak hanya menyematkan berlian saja di bodi motor, bagian-bagian kecil seperti sekrup juga diberi sentuhan premium berlapis emas.

Masih belum jelas apa yang akan dilakukan kedua perusahaan dengan motor termahal ini, apakah akan dijual. Selain harus sangat kaya, calon pembeli juga harus memiliki keyakinan kuat kalau motornya tak akan diincar perampok.
Bocor, Apache RR 310 Siap Masuk RI Sebentar Lagi
vIVA.CO.ID - Perusahaan otomotif asal India, TVS, beberapa waktu lalu telah meluncurkan Apache RR 310 di negara asalnya. Motor ini diketahui dirakit di pabrik yang sama dengan BMW G310R.

Tak hanya itu, mesin motor sport tersebut juga sama persis dengan yang dipasang pada motor entry-level BMW. Hal ini dikarenakan, kedua perusahaan telah meneken kontrak kerja sama beberapa tahun lalu.

Setelah lakukan debut di India, kini motor yang sempat pamer di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2016 lalu akan memulai karirnya di Tanah Air. Menurut salah seorang tenaga penjual TVS yang tak mau disebutkan namanya, Apache RR 310 akan diluncurkan di ajang Pekan Raya Jakarta 2018.



"Iya motornya akan meluncur di PRJ dalam waktu dekat. Nanti TVS ada di sana, jadi sekalian luncurkan motor itu," katanya kepada VIVA, Selasa, 21 Mei 2018.

Saat disinggung harga yang ditawarkan, ia mengaku masih belum dapat rincian pasti. Sumber hanya memastikan banderol yang ditawarkan bakal jauh lebih murah dibanding kembarannya BMW G310R. "Kalau harga saya belum bisa kasih karena saya juga belum tahu pasti. Tapi pasti lebih murah dibandingkan motor BMW," ujarnya.

Sebelumnya, Deputy Manager Corporate Communication PT TVS Motor Company Indonesia, Rio Aditya Putra memang pernah mengatakan bakal meluncurkan produk baru di tahun fiskal 2018. Motor itu diyakini adalah Apache RR 310.

"Kami enggak ada rencana mengubah spesifikasinya. Sama dengan yang ada di India," katanya kepada VIVA.

Sekadar diketahui, Jakarta Fair Kemayoran 2018 sedianya akan digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pelaksanaan bakal dilakukan pada 24 Mei sampai 1 Juli 2018.