Tuesday, 22 May 2018

Yamaha Niken Segera Dipasarkan, Harganya Akan Kompetitif
Yamaha Niken, motor masa depan Yamaha dengan desain unik beroda tiga dengan dua roda di bagian depan. Tahun lalu, motor ini mejeng di pameran Tokyo Motor Show dan di pameran EICMA 2017 lalu di Milan, Italia lewat sang legendaris Valention Rossi--pembalap Yamaha Moto GP. Namun kini, atau tak lama lagi publik atau masyarakat pecinta motor akan bisa menikmati motor ini karena sudah resmi dipasarkan.

Desain Yamaha Niken terbilang cukup unik atau cukup revolusioner. Karena, selain Yamaha, Piaggio juga telah mengaplikasikan teknologi motor roda tersebut pada produk motornya. Tapi yang  berbeda adalah penggunaan  teknologi Leaning multi-Wheeler yang memungkinkan suspensi depan upside-down dapat bergerak secara independen.



Karena itulah pihak Yamaha mengklaim bahwa motor ini mampu mencapai kemiringan 45 derajat ketika cornering. Selain itu, pabrikan motor asal Iwata, Jepang ini mengklaim bahwa teknologi tersebut membuat traksi ban semakin baik.

Yamaha Niken berbasis dari Yamaha MT-09.  Motor ini mengusung mesin CP3 3-silinder sejajar DOHC 847cc berpendingin udara dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 113,4 hp dan torsinya 87,5 Nm. Yamaha Niken diklaim tetap nyaman untuk berkendara di berbagai permukaan jalan dan tetap nyaman meski melibas jalanan berkelok. Yamaha Niken memiliki dimensi panjang 2.150mm, lebar 885 mm dan tinggi 1.250 mm. Harga motor ini £13.499 atau sekitar Rp258 juta.
Bertabur Berlian, Motor Ini Dibanderol Rp 25,4 Miliar
Builder sepeda motor asal Swiss, Bündnerbike, bekerjasama dengan merek perhiasan Bucherer, memodifikasi moge Harley-Davidson dengan taburan berlian. Jika ditotal, biaya yang dikeluarkan mencapai 1,8 juta dollar AS atau Rp 25,4 miliar.

Angka tersebut, diklaim sebagai sepeda motor termahal yang ada di dunia yang pernah dibuat, mengutip Autoevolution.com, Minggu (20/5/2018).



Sebelumnya, motor termahal adalah Vincent Black Lightning 1951, yang mematahkan semua rekor dengan harga jual sampai 929.000 dolar AS pada lelang Bonhams di Las Vegas. Namun setidaknya motor itu bisa digunakan di jalanan.

Menggunakan basis HD Softail Slim S, motor ini punya nama Harley-Davidson Bucherer Blue Edition. Namun nampaknya motor ini sayang untuk digeber di jalanan, dan lebih menarik buat pajangan.

Pada prosesnya butuh dua perusahaan dengan sekitar 2.500 jam sampai selesai, atau lebih dari tiga bulan. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk menempatkan setidaknya 360 berlian, pada motor termahal ini.

Lebih dari itu, tak hanya menyematkan berlian saja di bodi motor, bagian-bagian kecil seperti sekrup juga diberi sentuhan premium berlapis emas.

Masih belum jelas apa yang akan dilakukan kedua perusahaan dengan motor termahal ini, apakah akan dijual. Selain harus sangat kaya, calon pembeli juga harus memiliki keyakinan kuat kalau motornya tak akan diincar perampok.
Bocor, Apache RR 310 Siap Masuk RI Sebentar Lagi
vIVA.CO.ID - Perusahaan otomotif asal India, TVS, beberapa waktu lalu telah meluncurkan Apache RR 310 di negara asalnya. Motor ini diketahui dirakit di pabrik yang sama dengan BMW G310R.

Tak hanya itu, mesin motor sport tersebut juga sama persis dengan yang dipasang pada motor entry-level BMW. Hal ini dikarenakan, kedua perusahaan telah meneken kontrak kerja sama beberapa tahun lalu.

Setelah lakukan debut di India, kini motor yang sempat pamer di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2016 lalu akan memulai karirnya di Tanah Air. Menurut salah seorang tenaga penjual TVS yang tak mau disebutkan namanya, Apache RR 310 akan diluncurkan di ajang Pekan Raya Jakarta 2018.



"Iya motornya akan meluncur di PRJ dalam waktu dekat. Nanti TVS ada di sana, jadi sekalian luncurkan motor itu," katanya kepada VIVA, Selasa, 21 Mei 2018.

Saat disinggung harga yang ditawarkan, ia mengaku masih belum dapat rincian pasti. Sumber hanya memastikan banderol yang ditawarkan bakal jauh lebih murah dibanding kembarannya BMW G310R. "Kalau harga saya belum bisa kasih karena saya juga belum tahu pasti. Tapi pasti lebih murah dibandingkan motor BMW," ujarnya.

Sebelumnya, Deputy Manager Corporate Communication PT TVS Motor Company Indonesia, Rio Aditya Putra memang pernah mengatakan bakal meluncurkan produk baru di tahun fiskal 2018. Motor itu diyakini adalah Apache RR 310.

"Kami enggak ada rencana mengubah spesifikasinya. Sama dengan yang ada di India," katanya kepada VIVA.

Sekadar diketahui, Jakarta Fair Kemayoran 2018 sedianya akan digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pelaksanaan bakal dilakukan pada 24 Mei sampai 1 Juli 2018.

Tuesday, 8 May 2018

Royal Enfield, Motor Merek Inggris Apa India Sih?
Bagi pencinta motor bergaya klasik, tentu sudah tahu nama Royal Enfield. Anak muda kekinian menyebutnya dalam dua huruf 'RE'.

Namun kendati mulai meramaikan jalanan Indonesia, banyak orang yang tak tahu sejarah Royal Enfield. Sebab ada yang menganggap motor tersebut hanya mereknya saja dari Inggris, tetapi pembuatan di India, mengingat PT Distributor Motor Indonesia (DMI) membawa seluruh unitnya dari Negeri Bollywood.

Lantas apa hubungannya dengan Inggris? Marketing Royal Enfield PT DMI, Didi Fauzi mengatakan, jika dirinya ditanya pasti akan menjawab Royal Enfield dari India. Katanya motor bergaya klasik ini memang punya sejarah panjang hingga disebut sebagai motor India. Apalagi populasinya di sana benar-benar menggila, bak lihat motor Honda di jalan Indonesia.



"Jadi kalau kita ngomongin Royal Enfield itu cerita dari sejak lama. Jadi dari fasenya ini memang ada british story, british Indian story, dan Indian story. Agak unik sebenarnya. Benar-benar brand dan pabrik awalnya ada di Inggris,” ujar Didi di Ciawi, Jawa Barat, Selasa, 8 Mei 2018.

Di tahun 1955, cerita Didi, RE kemudian membuka pabrik di India. Jadi ada dua pabrik saat itu, Inggris dan India. Apabila pabrik di Inggris untuk kebutuhan global, di India hanya fokus untuk kebutuhan pasar negaranya saja. Walau berjauhan, tetapi produk-produk yang dibuat tetaplah sama.

“Pada fase 1955-1970 ada dua produksi (RE) modelnya juga sama. Karena mereka beli lisensi (India)," kata Didi.

Namun pada 1970, RE di Inggris tutup, karena bisnis lainnya, senjata, lesu. Jadilah kemudian pusat produksi RE hanya dilakukan di India. "Dan menjelang tutup pada 1960 akhir, kebutuhan market di Inggris sendiri dipasok dari India,” tuturnya.

Singkat cerita, pada tahun 1991 merek RE akhirnya diakuisisi oleh Eicher Group, perusahaan asal India. Sebelum dipegang Eicher Motor, nama RE sempat berubah namun dikembalikan lagi jadi Royal Enfield. Sampai sekarang motor RE diproduksi di India, dan di Inggris hanya jadi tempat pusat desain dan pengembangan saja.

Sekadar diketahui, Royal Enfield kini menjual beragam modelnya di Tanah Air melalui PT DMI. Semua model Royal Enfield yang masuk pasar Tanah Air mengusung gaya klasik, mulai dari Classic 500, Bullet 350, Continental GT, Himalayan dan masih banyak lagi.

Thursday, 26 April 2018

Desain Unik Yamaha QBix, Skuter Khas Perkotaan
Thailand selalu punya model motor unik yang tak ada di Indonesia. Yang terbaru adalah skuter Yamaha QBix, yang sebenarnya sudah dikenalkan pada gelaran Tokyo Motor Show 2017 oleh Yamaha Global.

Skuter yang dirancang untuk penggunaan dalam kota ini punya desain unik. Bodi depan mengotak dan bodi belakang seperti persegi panjang. Desain boxy ini membuatnya terlihat kontemporer, namun tetap futuristik.



Meski terlihat tak biasa, fitur yang diusungnya sudah kekinian. Seperti lampu utama LED, panel instrumen LCD, ruang penyimpanan dan lainnya. Tak ketinggalan fitur engine stop-start dan pembuka jok dan tangki pakai remote.

Yamaha menyiapkan QBix dengan tiga varian, Standar, S dan ABS. Untuk varian ABS, tentu rem sudah menggunakan teknologi anti-lock braking system, dan ketambahan keyless start seperti milik Aerox 155.
Honda Gold Wing 2018, Motor Pertama yang Dilengkapi Sistem CarPlay
Siapa bilang sistem navigasi dan hiburan CarPlay besutan Apple hanya bisa dinikmati pemilik kendaraan roda empat atau mobil. Tidak lama lagi, ia bakal segera menyambangi kendaraan roda dua, namun berjenis Big Bike.




Pasalnya, pabrikan otomotif asal Jepang Honda mengumumkan rencana untuk melahirkan produk motor besar terbarunya dengan nama Honda Gold Wing 2018. Motor ini bakal menjadi yang pertama dilengkapi dashbor dengan sistem CarPlay.

Sebagaimana dilansir CNET, Honda Gold Wing 2018 yang diumumkan dalam suatu event di Santa Barbara, California, dilengkapi dashbor dengan LCD berukuran 7 inci yang sudah mendukung sistem CarPlay, mirip seperti sistem dasbor di kendaraan baru pada umumnya.



Sistem CarPlay yang dimiliki Honda Gold Wing 2018 disebutkan berjalan dengan baik. Untuk mengakses CarPlay di Honda Gold Wing 2018, pemilik harus mengkoneksikannya dengan headset Bluetooth. Sedangkan interaksinya bisa dilakukan melalui pengendali 4 arah, pegangan di sebelah kiri, dan pengendali bulat di area tank.

Honda Gold Wing 2018 dilengkapi dengan mesin besar 1.800cc dengan suspensi double-wishbone di bagian roda depan. Bobotnya sendiri lebih ringan 40kg dibandingkan dengan model pendahulunya.

Honda Gold Wing 2018 punya bodi sedikit lebih ramping. Begitu juga ruang kargonya juga ikut mengecil. Meski demikian secara desain, motor gede yang cocok untuk kegiatan tour ini tampak lebih menarik.

Honda menurut rencana bakal meluncurkan Honda Gold Wing 2018 pada Februari 2018 mendatang. Buat yang tertarik untuk memilikinya, kamu bisa membelinya dengan harga mulai $23.500 di AS atau Rp 320 jutaan. Selengkapnya mengenai motor ini, kamu kunjungi tautan ini.

Sistem CarPlay sendiri saat ini sudah menjadi standar di berbagai macam merek mobil. Saat ini, sistem ini sudah diadopsi di lebih 200 merek mobil dan sejumlah pabrikan dashbor aftermarket, macam Sony, Alpine, dan lainnya.